Tahun 2026 membawa sejumlah perubahan penting dalam penyelenggaraan ibadah umrah. Pemerintah Arab Saudi terus melakukan pembaruan sistem demi meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban jamaah dari seluruh dunia. Namun, tidak semua perubahan ini sudah diketahui oleh masyarakat luas.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah pengetatan akses masuk ke Kota Makkah, terutama menjelang musim haji. Jamaah kini diwajibkan memiliki izin resmi yang terdaftar dalam sistem pemerintah. Tanpa dokumen yang valid, akses menuju Makkah bisa ditolak, bahkan bagi penduduk lokal sekalipun. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan memastikan kelancaran ibadah.
Selain itu, visa umrah juga diberhentikan sementara menjelang musim haji. Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi di tahun 2026 penerapannya menjadi lebih tegas dan terstruktur. Pemerintah menetapkan batas waktu yang jelas bagi jamaah untuk masuk dan keluar dari Arab Saudi, sehingga tidak terjadi penumpukan jamaah saat puncak ibadah haji berlangsung.