10 Kesalahan yang Sering Dilakukan Jamaah Saat Umrah

Umrah 5 April 2026

Ibadah umrah merupakan salah satu ibadah mulia yang sangat diimpikan oleh kaum muslimin di seluruh dunia. Setiap jamaah tentu berharap ibadahnya diterima oleh Allah dan menjadi umrah yang mabrur. Namun pada praktiknya, masih banyak jamaah yang melakukan kesalahan karena kurangnya pemahaman tentang tata cara ibadah umrah sesuai tuntunan syariat.

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah.”
— QS. Al-Baqarah: 196

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah haji dan umrah harus dilaksanakan secara sempurna sesuai tuntunan syariat, bukan sekadar melakukan ritual tanpa ilmu.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

خُذُوا عَنِّي مَنَاسِكَكُمْ
“Ambillah dariku tata cara manasik (ibadah haji dan umrah) kalian.”
— HR. Muslim

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap jamaah untuk memahami kesalahan-kesalahan yang sering terjadi agar ibadahnya lebih sempurna.

Berikut adalah 10 kesalahan yang sering dilakukan jamaah saat umrah.


1. Kurang Memahami Tata Cara Umrah

Kesalahan paling mendasar adalah berangkat umrah tanpa memahami tata cara ibadah dengan baik. Padahal umrah memiliki rukun yang jelas yaitu:

  1. Ihram (niat umrah)
  2. Tawaf
  3. Sa’i antara Shafa dan Marwah
  4. Tahallul

Banyak jamaah hanya mengikuti rombongan tanpa benar-benar memahami rukun tersebut. Hal ini berpotensi menyebabkan kesalahan dalam pelaksanaan ibadah.

Para ulama menegaskan bahwa ibadah harus dilakukan dengan ilmu, karena Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”
— HR. Bukhari dan Muslim


2. Tidak Memahami Larangan Ihram

Ketika seseorang telah berniat ihram di miqat, terdapat beberapa larangan yang tidak boleh dilanggar, seperti:

  • Menggunakan wewangian
  • Memotong rambut atau kuku
  • Berburu hewan
  • Bagi laki-laki memakai pakaian berjahit atau menutup kepala

Banyak jamaah yang melanggar larangan ini karena tidak mengetahui aturannya. Jika dilanggar, jamaah bisa terkena dam (denda) sesuai ketentuan syariat.


3. Tawaf Tanpa Wudhu

Sebagian jamaah melakukan tawaf tanpa memastikan dirinya dalam keadaan suci dari hadas kecil.

Padahal tawaf memiliki kedudukan yang mirip dengan shalat, sehingga harus dilakukan dalam keadaan suci.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ صَلَاةٌ
“Tawaf di Baitullah itu seperti shalat.”
— HR. Tirmidzi (dishahihkan oleh banyak ulama)

Karena itu para ulama sepakat bahwa wudhu merupakan syarat sah tawaf.


4. Memulai Tawaf Tidak dari Hajar Aswad

Tawaf harus dimulai dari posisi sejajar dengan Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama.

Namun masih banyak jamaah yang memulai tawaf dari tempat lain atau tidak memperhatikan posisi awal, sehingga putaran tawafnya menjadi tidak sah.


5. Tidak Menghitung Putaran Tawaf dengan Benar

Tawaf harus dilakukan sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka’bah.

Karena kondisi Masjidil Haram yang sangat ramai, sebagian jamaah kehilangan hitungan atau bahkan hanya melakukan enam putaran. Kesalahan ini tentu dapat mempengaruhi keabsahan ibadah.

Oleh sebab itu jamaah dianjurkan fokus dan menghitung setiap putaran dengan teliti.


6. Berdesak-desakan untuk Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad memang merupakan sunnah Nabi ﷺ. Namun hal ini tidak wajib.

Banyak jamaah memaksakan diri hingga berdesak-desakan dan bahkan menyakiti jamaah lain demi mencium Hajar Aswad. Perbuatan ini justru bertentangan dengan ajaran Islam yang melarang menyakiti sesama muslim.

Jika tidak memungkinkan, cukup menghadap Hajar Aswad dan bertakbir.


7. Salah dalam Pelaksanaan Sa’i

Sa’i dilakukan sebanyak tujuh kali perjalanan antara Bukit Shafa dan Marwah.

Kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Memulai sa’i dari Marwah
  • Salah menghitung jumlah perjalanan
  • Tidak memahami bahwa satu perjalanan dihitung dari Shafa ke Marwah

Kesalahan ini sering terjadi pada jamaah yang baru pertama kali melaksanakan umrah.


8. Terburu-buru dalam Tahallul

Tahallul merupakan rukun terakhir umrah dengan cara mencukur atau memotong rambut.

Sebagian jamaah melakukannya dengan tergesa-gesa atau bahkan sebelum menyelesaikan sa’i. Padahal tahallul hanya boleh dilakukan setelah seluruh rukun umrah selesai.

Rasulullah ﷺ mendoakan keberkahan bagi orang yang mencukur rambutnya:

اللَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَلِّقِينَ
“Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.”
— HR. Bukhari dan Muslim


9. Melakukan Amalan yang Tidak Ada Dalilnya

Sebagian jamaah melakukan amalan-amalan yang tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah, seperti:

  • Menentukan doa khusus di setiap putaran tawaf
  • Mengusap seluruh dinding Ka’bah
  • Membaca niat tertentu yang tidak diajarkan

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa amalan yang tidak memiliki dasar dari syariat akan tertolak.


10. Lebih Sibuk dengan Foto dan Aktivitas Dunia

Di era media sosial, tidak sedikit jamaah yang lebih sibuk mengambil foto atau video daripada berzikir dan berdoa.

Padahal tujuan utama datang ke Tanah Suci adalah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karena itu jamaah sebaiknya memanfaatkan waktu di Masjidil Haram untuk:

  • Berzikir
  • Membaca Al-Qur’an
  • Berdoa
  • Memperbanyak ibadah sunnah


Ibadah umrah adalah perjalanan spiritual yang sangat agung. Agar ibadah tersebut diterima oleh Allah, setiap jamaah harus berusaha melaksanakannya sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Dengan memahami kesalahan-kesalahan yang sering terjadi, jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan sesuai syariat.

Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah seluruh jamaah dan memberikan umrah yang mabrur.